Untuk Melawan Lemak Hati, Hindari Makanan dan Minuman Dengan Pemanis Buatan

Anak-anak yang memiliki  kelebihan berat badan dengan penyakit lemak hati secara drastis harus mengurangi jumlah lemak dan peradangan di hati mereka dengan membatasi minuman ringan, jus buah, dan makanan dengan tambahan pemanis buatan.

Sebuah penelitian baru yang diterbitkan di JAMA, menunjukkan bahwa membatasi makanan dan minuman dengan tambahan pemanis buatan dapat menjadi salah satu strategi gaya hidup sehat yang dapat  membantu meringankan kondisi yang memburuk terkait dengan krisis obesitas yang menyebar dengan cepat pada orang dewasa dan anak-anak. Diperkirakan 80 juta hingga 100 juta orang Amerika memiliki penyakit hati berlemak nonalkohol, yang menyebabkan hati membengkak dengan kadar lemak berbahaya. Sekitar tujuh juta dari mereka adalah remaja dan anak-anak.

Penyakit hati berlemak biasanya memiliki beberapa gejala, dan banyak orang yang tidak mengetahuinya. Penyakit hati berlemak ini juga dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.  Penyakit ini juga dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih buruk atau yang disebut steatohepatitis nonalkohol atau NASH, yang merupakan penyebab utama kanker hati, sirosis dan transplantasi hati.

Para Dokter sudah menasihati pasien hati berlemak untuk menghindari konsumsi pemanis buatan, yang biasanya ditambahkan oleh produsen ke makanan olahan yang berbeda dari gula yang muncul secara alami dalam makanan seperti buah. Pemanis yang ditambahkan biasanya mengandung banyak fruktosa, yang dapat meningkatkan produksi lemak baru ketika di metabolisme oleh hati.

Diet terbaik yang dapat dilakukan sebenarnya sangat sederhana, yaitu ketika berbelanja dengan menjauhi lorong didalam supermarket yang berisi makanan olahan  dalam kotak, kaleng dan paket. Berbelanjalah dengan tanpa melewati lorong tersebut untuk menghindari keinginan untuk membelinya. Cara terbaik adalah dengan berbelanja langsung pada buah-buahan segar.

Anak-anak da remaja ketika melakukan diet dengan mengurangi konsumsi gula memang kehilangan beberapa kilogram rata-rata, tetapi jumlah penurunan berat badan itu tidak pernah dikaitkan dengan tingkat peningkatan ini. Dr. Schwimmer, seorang profesor pediatri di University of California, San Diego , dan direktur Fatty Liver Clinic di Rady Children’s Hospital di San Diego melakukan analisis lanjutan untuk mencari tahu lebih banyak tentang apa yang menyebabkan perubahan hati. Berdasarkan apa yang terjadi ketika seseorang melakukan diet konsumsi gula, dia akan melakukan penelitian yang melihat apakah terapi diet gula ini benar-benar dapat mengobati penyakit dengan cukup baik untuk mencegah sirosis, penyakit hati stadium akhir dan kanker hati.”

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *