Kuba, Negara Yang Menjadi Salah Satu Sumber Mode

Angel Lazaro  sedang nongkrong dengan teman-temannya  di Bar Roma, di atap gedung yang sudah berdiri sejak tahun 1920 di  Havana lama. Lazaro menggunakan mode pakaian yang ia gambarkan sendiri sebagai mode punk. Gaya fashion yang ia kenakan ini merupakan hasil dari karyanya sendiri. Pakaian itu ia dapatkan dari membeli di pasar loak dan kemudian ia jahit ulang sendiri sesuai dengan mode yang ia ciptakan.

Di negara di mana pilihan pakaian dibatasi oleh kurangnya impor, untuk tampil modis merupakan tantangan bagi masyarakatnya. Sehingga apa yang dilakukan oleh Lazaro merupakan suatu hal yang sangat menarik dan merupakan salah satu bentuk bahwa mode fashion sedang tumbuh di negara ini.

Apa yang ditampilkan Lazaro seperti apa yang ditampilkan Milagros Reynoso yang mengenakan kostum yang ia peroleh dari Brazil ketika ia kenakan saat tampil dengan kru tariannya di acara-acara budaya di sekitar Havana. Pakaiannya biasanya sangat berwarna dan termasuk dengan tambahan hiasan kepala yang rumit.  Ia juga mengenakan elemen gaya lain yaitu perhiasan emas chunky, termasuk salib dan jimat. Tambahan perhiasan ini sangat penting meskipun  seseorang tidak memiliki banyak uang tapi masih penting untuk memakai perhiasan yang bagus.

Seringkali di Havana Anda akan melihat orang-orang berpakaian serba putih mengenakan beberapa manik-manik, menutupi kepala mereka dan mengenakan kaus kaki. Contohnya adalah Yairis, ia mengenakan gaya tradisional seseorang yang telah “suci” di Santeria, sebuah agama Afro-Kuba dengan asal-usul di Karibia. Bagian dari ritual peralihan adalah mengenakan pakaian serba putih untuk satu tahun penuh, yang melambangkan proses kelahiran kembali dan pemurnian.

Beberapa tukang potong rambut mengerjakan usahanya, seperti yang Roberto Alvarez lakukan karena kehabisan ruang sewaan. Alvarez tidak mengikuti tren dan lebih suka mengganti pakaiannya sendiri; rompi yang ia kenakan terbuat dari jaket wanita yang ia potong. Ada lagi, Felix Palmero, seorang yang ingin menjadi penata gaya dan dengan membeli di toko-toko bekas untuk kemeja yang ia kenakan. Dia menggunakan mode semacam gaya Karibia retro.

Brenda Hurtado  adalah seorang pelayan di Fábrica de Arte Cubano, sebuah ruang seni dan musik di Havana, yang merupakan salah satu yang pertama dari jenisnya. Dia berpakaian dalam gaya “friki”, yang mengingatkan kembali pada adegan punk dan heavy metal yang dimulai pada 1990-an. Gaya tersebut melibatkan riasan mata gelap dan pakaian gothic, yang dibawakan oleh teman dan keluarganya dari negara lain.

Roberto  adalah seniman visual dan desainer teater untuk Teatro el Público. Kemejanya dibuat oleh Clandestina, label yang dirancang dan diproduksi di Kuba, dan yang menggunakan kain daur ulang untuk membuat T-shirt dan tas yang membawa pesan kebanggaan Kuba. Dia juga memiliki tato gunting di lengannya, terinspirasi oleh generasi keluarganya yang bekerja sebagai penjahit.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *