Kelompok Tari dari Maroko

Di bawah langit-langit berkubah kuning dari bangunan Theatre Royal of Marrakesh, kerumunan kecil bersorak dan menyaksikan dengan kagum ketika sang juara berhasil mengalahkan penari dari seluruh dunia, dengan menggeser kepala, membeku dan menendang, dalam kompetisi yang disiarkan keseluruh dunia secara online.

Mereka sangat senang dengan penampilan Fouad Ambelj, seorang anak ajaib Maroko berusia 24 tahun yang menari sebagai Lil Zoo dan yang telah menjadi sensasi dunia. “Saya suka bahwa tidak ada aturan. Saya dapat mengekspresikan apa pun yang saya inginkan. Itu membuat saya merasa bebas”, kata Mr Ambelj.

Di Maroko, di mana dana dari negara untuk kesenian langka, break dance telah memberdayakan kaum muda untuk membuat hiburan mereka sendiri sejak kedatangannya di tahun 1980-an. Bentuk tarian, lahir satu dekade sebelumnya di Bronx, tidak membutuhkan biaya, yang diperlukan hanyalah badan yang mampu dan ruang terbuka.

“Sebagai seorang pemuda di Casablanca, jika Anda tidak punya uang atau Anda tidak ingin duduk di kafe setiap hari sambil berbicara tentang sepak bola, satu hal yang menyenangkan adalah pergi ke suatu tempat dan menaklukkannya,” kata Cristina Moreno Almeida , seorang post doctoral fellow di King’s College di London yang telah mempelajari budaya hip-hop di Maroko. “Ini adalah bahasa global yang mereka semua bicarakan dan mereka semua tahu.”

“Pemuda Maroko biasanya tidak menari di ruang publik, kecuali itu adalah perayaan pernikahan atau prosesi sufi,” kata Hisham Aidi, seorang peneliti di Universitas Columbia yang menulis tentang hip-hop global dan kebijakan budaya.

Sebelum internet dan smartphone memungkinkan untuk menonton pertunjukan di YouTube, para penari dalam pelatihan ini akan menonton film hip-hop di di video player dan berlatih tanpa lelah.

Hicham Abkari, 52, adalah bagian dari generasi perintis penari Maroko di tahun 80-an. Dia ingat menonton Michael Chambers, seorang penari dan aktor Amerika yang akrab dipanggil Boogaloo Shrimp, melakukan tarian sapu turbo dalam film hip-hop 1984 “Breakin’. ”Setelah itu, Abkari mencoba meniru gerakan dengan teman-temannya. “Kami pertama kali tertarik oleh musik dan penampilan para penari,” katanya. “Mereka berpakaian seperti yang mereka inginkan dan mereka terlihat bebas, kami senang bahwa itu hanyalah ekspresi artistik yang bebas dari penilaian. ”

Hari ini Abkari adalah kepala Teater Mohammed VI, yang membuka pintunya bagi penari Casablanca pada tahun 2006 dan diikuti oleh pusat kebudayaan L’Uzine pada tahun 2014. Ruang-ruang ini memungkinkan mereka untuk berlatih, meningkatkan dan memprofesionalkan seni mereka.

Maroko dan Aljazair memiliki budaya hip-hop terkaya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, kata Aidi, sebagian karena hubungan mereka dengan komunitas imigran di pinggiran kota Prancis di mana hip-hop sangat populer.

Sekarang, generasi baru B-boys, dan B-girls, sedang terbentuk di Maroko. Hajar Chaiboub, mulai break dance pada usia 13 tahun. Dia melihat sekelompok teman berlatih di dekat apartemennya di Temara, sebuah kota yang dekat dengan Rabat, ibukota Maroko.  “Itu tidak seperti olahraga lain atau bahkan seperti menari,” katanya. “Saya merasa nyaman. Saya kenal semua orang, saya seperti saudara perempuan bagi mereka. ”

Namun para seniman muda ini masih menghadapi banyak kendala keuangan. Menurut Bank Dunia, lebih dari seperempat pemuda Maroko tidak memiliki pekerjaan, dan sponsor sulit didapat. Selain itu, peluang para penari untuk bersaing secara internasional terhambat oleh sulitnya mendapatkan visa bepergian. Tapi antusiasme dari penari dulu dan sekarang telah membuat seni hip-hop di Maroko tetap hidup.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *