Di Suatu Tempat, Jauh Dari Itu Hiruk Pikuk Dunia

Di suatu tempat di Semenanjung Olimpic Peninsula, yang membentang dari pantai barat laut Washington, sebuah komunitas telah memilih untuk hidup mandiri dari pasokan air, listrik, dan sarana umum lainnya yang menjadi sandaran sebagian besar penduduk. Dihubungkan oleh jaringan perteman dan tinggal menyebar, mereka tidak mungkin ditemukan tanpa informasi orang dalam. Hutan lebat mengaburkan tempat tinggal mereka, rumah-rumah kecil, trailer, rumah perahu yang terkurung daratan – seringkali hanya dapat diakses melalui jalan tanah atau jalan setapak.

Air dan kabut membingkai semenanjung itu, dengan Samudra Pasifik di barat, Selat Juan de Fuca di utara dan Kanal Hood di timur. Masyarakat di sini menekankan pentingnya bentang alam ini bagi kehidupan mereka. Mereka tidak hanya mengambil air  dari sungai yang mengalir untuk memasak dan mandi, tetapi banyak juga yang secara finansial ditopang oleh tanah yang meraka tinggali, bekerja sebagai petani, nelayan dan tukang kebun.

Meskipun anggota komunitas ini saling mengenal satu sama lain, mereka tinggal di lokasi yang tersebar, ada yang  berkelompok dan ada juga yang tinggal sendiri. Beberapa penduduk memiliki ketertarikan pada politik sayap kiri, tetapi tidak ada ideologi eksplisit yang mengatur penduduk. Sebaliknya, mereka mematuhi pedoman tidak tertulis tentang ruang emosi dan fisik bersama.

Ide bahwa alam dan manusia merupakan satu kesatuan meluas, seperti yang dikatakan Chris Gang, “gagasan bahwa Anda bisa kencing di mana saja kapan saja. Apa yang muncul bersamaan dengan itu adalah proses rasa malu dengan tubuh Anda, bahwa ada bagian-bagian tubuh Anda yang seharusnya menjadi milik pribadi. ”Toilet memiliki akses pandangan penuh ke pondok utama, menggambarkan akan pandangan tersebut (meskipun ada pintu yang dipasang untuk mereka yang lebih suka privasi).

Masuknya orang dari kaya dari luar daerah seperti dari Seattle dan tempat lain telah menciptakan krisis perumahan bagi penduduk didaerah Semenanjung itu. Krisis perumahan terjadi karena  seringkali penduduk lokal tidak mampu membeli tanah yang telah menopang mereka. Ketidakadilan ini mempengaruhi mereka yang hidup di didalam jaringan juga. Contohnya adalah Lex Helbling, seorang petani yang dipaksa keluar dari kesepakatan untuk membeli pertanian sewaannya dari pemiliknya. “Pengaruh uang sangat kuat,” kata Ms Helbling. “Uang, kekuasaan, dan kelas sosial  mendorong keputusan tuan tanah untuk menjual tanah mereka.

Mereka ingin berpikir tentang petani seperti gambar yang mereka lihat di kemasan karton susu, ada rumput hijau yang indah, cerah sepanjang waktu. ”

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *