Bagaimana Mengatasi Intoleransi Makanan?

Pertanyaan: Bisakah kamu mengurangi rasa tidak enak badan terhadap  makanan yang tertentu?

Jawaban: Intoleransi makanan, yang didefinisikan oleh American Academy of Allergy, Asthma & Immunology sebagai “kesulitan mencerna makanan tertentu,”  merupakan hal yang berbeda dari alergi makanan dan seringkali dapat sembuh dengan sendirinya. Alergi makanan melibatkan sistem kekebalan tubuh, sedangkan intoleransi makanan pada umumnya tidak.

Beberapa intoleransi makanan dapat diketahui dengan baik. Tyramine dalam cokelat dan keju, misalnya, dapat memicu sakit kepala migrain pada beberapa orang. Demikian pula, histamin pada ikan seperti mackerel dan tuna dapat menyebabkan mual, muntah, dan kemerahan. Sulfit dalam buah kering dan tartrazine dalam pewarna makanan dapat menyebabkan asma. Namun penyebab sebagian besar intoleransi makanan masih belum diketahui.

Dalam sebuah penelitian di Inggris terhadap lebih dari 10.000 pasien, makanan yang paling sering dikaitkan dengan intoleransi antara lain cokelat, bahan tambahan makanan, buah jeruk, ikan, kerang, susu, keju, telur, dan kacang-kacangan. Gejala yang paling umum dari intoleransi ini adalah demam, sakit kepala, nyeri sendi, gatal-gatal  dan perut tidak nyaman.

Dalam suatu studi paling besar yang dilakukan hingga saat ini, dokter mempelajari catatan kesehatan elektronik 2,7 juta pasien di Massachusetts. Mereka menemukan bahwa 3,6 persen memiliki setidaknya satu intoleransi makanan atau alergi makanan. Daftar makanan yang menjadi penyebab mirip dengan penelitian di Inggris. Yang menjadi perhatian dalam kedua penelitian tersebut, para peneliti tidak dapat membedakan antara intoleransi makanan dan alergi makanan. Karena gejalanya hampir sama, seseorang tidak dapat membedakan intoleransi dari alergi tanpa pengujian khusus.

Hal lainnya yang menjadi perhatian adalah beberapa makanan dapat menyebabkan intoleransi dan alergi. Susu sapi adalah contoh yang bagus, minuman Ini dapat memicu kembung dan diare pada beberapa orang dengan defisiensi laktase – intoleransi makanan – dan dapat menyebabkan gatal-gatal pada mereka yang alergi terhadap protein susu beta-laktoglobulin.

Memberikan asupan makanan yang dapat memicu intoleransi makanan seringkali digunakan oleh para ahli untuk melakukan penelitian. Peneliti Inggris mampu melakukan ini dengan menggunakansebagian besar pasien dalam studi mereka tanpa menimbulkan reaksi serius. Tetapi hal ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Karena kerumitan dan potensi kekeliruan dalam melakukan diagnosis dan pengobatan akibat intoleransi makanan, seseorang harus mencari bimbingan dari spesialis, biasanya ahli alergi atau ahli gastroenterologi, tergantung pada sifat gejala yang dialami seseorang.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *