Bagaimana TikTok Menulis Ulang Dunia

Halo, secara statistic seorang manusia dewasa itu saat ini merupakan generasi “milenial” hingga generasi “boomer.” Sebuah analisis mengatakan kemungkinan seseorang mengenal TikTok sama dengan kemungkinan mereka tidak mengenalnya.

Mungkin Anda bertanya kepada seseorang yang lebih muda dalam hidup Anda, dan mereka mencoba menjelaskan dan mungkin akan gagal membuatmu paham. Atau mungkin Anda pernah mendengar bahwa aplikasi video baru yang luar biasa populer ini adalah “Sesuatu yang menyegarkan di jagat media sosial” yang “benar-benar menyenangkan untuk digunakan.” Mungkin Anda bahkan mencobanya, tetapi langsung berhenti, bingung dan kemudian meng-uninstall-nya atau menghaspus.

“Merasa Takut ketinggalan” adalah cara yang umum untuk menggambarkan bagaimana media sosial dapat membuat orang merasa seolah-olah orang lain adalah bagian dari sesuatu seperti: konser, pantai rahasia, makan siang – yang tidak mereka lakukan. Ide baru dalam konsep ini adalah bahwa kadang-kadang “sesuatu” itu adalah platform media sosial itu sendiri. Mungkin Anda melihat foto beberapa teman di Instagram di sebuah pesta besar dan bertanya-tanya mengapa Anda tidak ada di sana.

Tetapi kemudian, selanjutnya di dalam beranda media sosial, Anda melihat video aneh, ditandai dengan logo TikTok yang bergetar, dengan memutar lagu yang tidak pernah Anda dengar, dibintangi oleh orang yang belum pernah Anda tonton sebelumnya. Mungkin Anda melihat salah satu dari jumlah iklan yang mengejutkan untuk TikTok terpampang di seluruh jejaring sosial lainnya, dan dunia nyata, dan bertanya-tanya mengapa Anda juga tidak hadir di pesta itu, dan mengapa rasanya anda begitu jauh tertinggal.

Sudah lama sejak aplikasi sosial baru menjadi cukup besar, cukup cepat, untuk membuat bukan pengguna merasa mereka kehilangan pengalaman. Jika kita mengecualikan Fortnite, yang sangat sosial tetapi juga sangat gim, terakhir kali sebuah aplikasi menginspirasi minat seperti itu dari orang-orang yang tidak menggunakannya adalah … mungkin Snapchat? (Bukan kebetulan bahwa audiens Snapchat juga cenderung sangat muda.)

Dan sementara Anda, mungkin menjauhkan diri dengan cemas, mungkin merasa sangat aman dalam “pilihan” Anda untuk tidak bergabung dengan layanan itu, Snapchat memiliki lebih banyak pengguna harian daripada Twitter, mengubah arah industrinya, dan mengubah cara orang berkomunikasi dengan telepon mereka. TikTok, yang saat ini kabarnya 500 juta lebih pengguna yang berat, tidak begitu jelas dalam niatnya. Tetapi itu tidak berarti tidak boleh memilikinya! Bolehkan kita?

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *